luxdomini.net

Cuci Baju Thrifting, Jangan Campur dengan Pakaian Lainnya

Beberapa booth yang menjual pakaian bekas dalam acara Sunday Space Market di MGP Space, Jakarta, Minggu (9/6/2024).
Lihat Foto

JAKARTA, - Ketika mencuci pakaian, umumnya orang-orang akan menggabungkan seluruh pakaian kotor di mesin cuci.

Cara ini tergolong efektif karena lebih menghemat waktu dan listrik untuk mencuci baju.

Namun, rupanya cara itu sebaiknya dihindari ketika mencuci pakaian bekas hasil thrifting.

"Cucinya dipisah. Baju lain cucinya pakai mesin cuci saja," kata Nia dari Lostgoods Store dalam acara Sunday Space Market di MGP Space, Jakarta, Minggu (9/6/2024).

Baju bekas berpotensi penuh kuman dan bakteri, terutama jika membelinya langsung dari pasar loak.

Sebab, tidak jarang pedagang langsung menjualnya sesaat setelah mengeluarkannya dari karung.

"Baju thrift kan rawan (kuman dan kotoran). Jadi biar lebih aman, cucinya terpisah," ucap dia.

Untuk Nia sendiri, ia menyarankan baju bekas dicuci secara manual agar setiap titik dapat disikat dengan mudah.

Dengan kata lain, pencucian secara manual lebih efektif untuk memastikan pakaian bekas menjadi benar-benar bersih.

Hal serupa dituturkan oleh Project Manager Sunday Space Market Rafsya Adira.

"Kalau baru beli, lebih baik dipisah. Kalau kepemilikannya sudah lama, bisa digabungkan," ujar dia.

Menurut dia, baju bekas bisa saja pernah dipakai oleh orang dengan penyakit kulit.

Supaya tidak menular melalui proses pencucian yang digabung dengan pakaian laik, alangkah baiknya baju bekas dicuci terpisah.

"Amannya setelah beberapa kali pemakaian, bisa digabungkan. Karena kita tahu bajunya sudah dipakai ke mana saja, untuk apa saja," ujar Rafysa.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat