luxdomini.net

Perempuan Bionik Berhijab dari Maroko Jadi Juara Miss AI Pertama

Kenza Layli, perempuan bionik yang dinobatkan sebagai Miss AI pertama.
Lihat Foto

Kenza Layli, perempuan bionik berhijab dari Maroko dinobatkan sebagai Miss AI pertama di dunia. 

Dilansir dari New York Post, Layli dinobatkan sebagai creme de la creme dari model kecerdasan buatan, mengalahkan lebih dari 1.500 penatang terkomputerisasi untuk memperebutkan gelar yang diidam-idamkan tersebut.

Hadiah utama bagi pemenang bernilai 20.000 dollar AS (sekitar Rp 325 juta) dan diberikan untuk eksekutif teknologi dari negara asalnya yang mewujudkan figur bionik ini.

"Meskipun saya tidak merasakan emosi seperti manusia, saya sangat senang dengan penghargaan ini," kata Layli dalam wawancara dengan The Post.

Baca juga:

Adapun kontes ini diadakan pada April oleh Fanvue World AI Creator Awards, atau WAICA, mengundang para visioner kecerdasan buatan dari seluruh dunia untuk memamerkan kehebatan pemrograman mereka. 

Para kontestan yang mendapatkan nilai tertinggi dalam kategori-kategori seperti kecantikan, teknologi, dan kehadiran di media sosial mendapatkan hak untuk membanggakan diri sebagai 10 finalis teratas. 

Panel juri terdiri dari para ahli kontes manusia dan android yang kemudian memilih tiga besar untuk bertarung secara digital. 

Layli mengalahkan kontestan lainnya seperti Lalina Valina, seorang gadis Prancis yang memikat lebih dari 117.000 penggemar di Instagram dan Olivia C, seorang penjelajah dunia asal Portugis yang memiliki misi untuk menyatukan dunia nyata dan robot secara damai. 

Para wanita cantik karya AI ini masing-masing mendapatkan tempat kedua dan ketiga.

Lalina Valina, perempuan bionik asal Perancis (kiri) dan Olivia C, perempuan bionik asal Portugal yang menjadi juara kedua dan ketiga.TANGKAP LAYAR INSTAGRAM @VIVA_LALINA/@OLIVIAISLIVINGHIGH Lalina Valina, perempuan bionik asal Perancis (kiri) dan Olivia C, perempuan bionik asal Portugal yang menjadi juara kedua dan ketiga.

Salah satu aspek yang membuat Layli menang termasuk kecermatan dalam menghasilkan detail lewat hasil akhirnya.

"Kenza (Layli) memiliki konsistensi wajah yang luar biasa dan mencapai kualitas tinggi dalam detail seperti tangan, mata, dan pakaian," kata Aitana Lopez, seorang influencer imajiner yang berfokus pada kebugaran dan menjadi salah satu juri.

Baca juga:

Hal lainnya yang membuat para juri terkesan adalah kepribadian figur AI tersebut dalam menangani masalah nyata di dunia.

"Menunjukkan bahwa dia menjalankan perannya di platform ini dengan serius," ucap dia.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat