luxdomini.net

Tabiat Utama yang Bisa Merusak Hubungan Asmara Tanpa Kita Sadari

Ilustrasi pasangan
Lihat Foto

- Tidak semua hubungan bisa bertahan dalam ujian waktu. Meskipun pasangan-pasangan putus karena alasan yang berbeda, ada beberapa faktor umum yang sering kali berujung pada masalah ini —mulai dari perselingkuhan, jarak, hingga perselisihan yang tidak dapat dihindari. 

Namun menurut penelitian, ada penyebab utama sebagian besar orang merasa tidak nyaman dengan pasangannya, dan hal ini mungkin sesuatu yang tidak pernah kita duga. 

Alasan mengapa hubungan bisa gagal

Setiap hubungan memiliki tantangan, dan selalu ada masalah yang dapat menghalangi hubungan tersebut untuk berhasil.

Tahun lalu, para peneliti menemukan bahwa kebosanan dapat merusak suatu hubungan: Setelah enam bulan, sebagian besar pasangan berhenti "jatuh cinta", menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychology.

Ada lebih banyak masalah kecil lain yang juga dapat menyebabkan drama. Survei terbaru yang dilakukan oleh OnePoll menemukan bahwa sesuatu yang sederhana seperti kebiasaan makan bisa menjadi masalah di antara pasangan.

Menurut survei terhadap 2.000 orang Amerika, 1 dari 3 responden mengatakan bahwa jika pasangannya makan terlalu banyak junk food, hal itu akan merusak hubungan mereka.

Baca juga: Cara Mengatasi Kebosanan dalam Hubungan Cinta

Namun ternyata, penelitian terbaru menunjukkan sebuah masalah yang menyebabkan gagalnya hubungan lebih parah dari masalah lainnya. Ini adalah faktor umum yang menyebabkan ketidaknyamanan paling besar dalam hubungan.

Sebuah studi tahun 2021 yang diterbitkan dalam jurnal Evolutionary Psychology berupaya mencari tahu faktor-faktor apa yang paling mungkin menyebabkan "ketidaknyamanan dalam hubungan asmara". 

Para peneliti menganalisis lebih dari 1.400 peserta dari Tiongkok dan Yunani yang merupakan bagian dari pasangan, dan mensurvei mereka mengenai lebih dari 70 kesulitan yang berbeda.

Berdasarkan penelitian, setidaknya ditemukan 13 faktor yang menjadi penyebab ketegangan dalam suatu hubungan.

Namun masalah yang paling utama adalah clinginess atau kelekatan. Sekitar 30 persen peserta menyatakan bahwa kelekatan adalah kesulitan utama dalam hubungan mereka.

Secara umum, clingy diartikan sebagai karakter atau sifat seseorang yang terlalu bergantung pada orang lain. Nah, di dalam sebuah hubungan, pasangan yang clingy identik dengan sikap manja dan selalu ingin berada di sebelah orang yang mereka cintai.

Orang yang clingy akan melibatkan perasaan cemas dan takut. Ia bisa sangat bergantung pada orang terdekatnya untuk kebutuhan emosional atau fisiknya. Ia juga meyakini bahwa ia tidak bisa mengurus dirinya sendiri. 

Orang yang memiliki sikap ini mungkin mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan sehari-hari, seperti apa yang akan mereka kenakan atau makanan apa yang akan mereka makan, tanpa adanya kepastian dari orang lain. 

Baca juga: 9 Tanda Hubungan Cinta Mulai Rusak dan Solusi Memperbaikinya

Clinginess bisa menjadi tanda sifat negatif 

Clinginess adalah "reaksi normal manusia yang muncul dari cinta dan kasih sayang," kata Chris Pleines, pakar hubungan di Datingscout.com. 

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat