luxdomini.net

Jalan-jalan ke Alam Terbuka Ampuh Hilangkan Stres

Ilustrasi
Lihat Foto

-  Tak dapat dipungkiri, berada di dalam rumah terlalu lama di masa pandemi dapat membuat kita sangat jenuh. Bahkan, ada yang mengalami stres dan depresi karena berbagai macam hal.

Di masa pandemi ini banyak orang yang kemudian menemukan aktivitas baru seperti berolahraga, bersepeda, berkemah, atau pergi ke alam terbuka.

Nah, salah satu yang paling digemari saat ini adalah terapi mandi hutan atau forest bathing. Terapi ini sebenarnya sudah populer di Jepang sebelum pandemi Covid-19 terjadi dan sekarang ini diminati orang di berbagai negara.

Tidak hanya sekadar berjalan-jalan di hutan, mandi hutan juga didampingi oleh pemandu yang sudah terlatih.

Dalam bahasa Jepang, terapi ini dikenal sebagai "shinrin yoku", yang secara harfiah berarti "menikmati hutan".

Baca juga: Menikmati Sejuknya Hutan Anggrek di Era New Normal

Peserta forest bathing akan mendapatkan serangkaian aktivitas untuk berkomunikasi dengan alam selama sesi. Mereka juga bisa berbagi wawasan dengan peserta lain.

Seorang pemandu bersertifikat yang dilatih oleh Association of Nature and Forest Therapy, Ben Page mengatakan, bahwa di masa pandemi ini, terapi forest bathing sangat ramai peminatnya.

Page yang juga pendiri Integral Forest Bathing di Los Angeles telah memimpin beberapa sesi di Los Angeles County Arboretum & Botanic Garden, serta tempat-tempat lainnya.

Kendati demikian, dia mengungkapkan, kalau terapi ini tentu saja dilakukan dengan aman dan tetap menerapkan jarak sosial di antara peserta yang mengikutinya.

"Banyak orang yang mengatakan mereka benar-benar membutuhkan ini, sebuah pengalaman ketika mereka bisa melupakan pandemi."

Demikian penuturan koordinator pendidikan Los Angeles County Arboretum & Botanic Garden, Denise Lu.

Baca juga: 5 Hal yang Harus Dilakukan Bila Ingin Menikmati Alam di Masa Pandemi

Secara virtual

Sejak pandemi, Page dan pemandu lainnya juga mulai memimpin perjalanan terapi hutan secara virtual.

Ilustrasi hutan. Ilustrasi hutan.

 

Peserta dapat membawa laptop mereka ke luar ruangan dan menyesuaikan diri dengan pemahaman baru tentang alam.

"Kita harus melihat halaman belakang rumah sebagai bentuk dari alam juga," terangnya.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat